KUCING Yang Malang (kisah nyataku)

Diposting oleh GINANJAR pada 17:52, 09-Jun-16 • Komentar (6)

kucing-tembongrea.jpeg

Membacanya Yang Khusu' & diHayati Ya

Kisah ini adalah kisah nyata tentang aku dan kucing jelek yang hidup di tanah ini. Aku memang suka kucing, bagaimanapun kucing itu punya fisik gak normal, aku tetap menyayangi seekor kucing. Saat aku pertama merantau ke sini, kucing itu sudah ada di depan kontrakan sedang tertidur diatas keset. Kucing itu benar- benar jelek, mempunyai fisik yang kurang normal seperti hal layak seekor kucing pada umumnya. Kucing itu adalah kucing jantan, yang saya tau kucing itu mungkin hanya memiliki tiga hal dalam hidupnya, berjuang, makan dalam sampah, dan mungkin cinta.

Kalian tau, bagaimana keadaan si kucing tersebut ? Dia hanya memiliki satu mata, dan satu matanya lagi hanya sebuah lubang saja, kaki depannya satu terpincang-pincang mungkin karena di pukul orang atau apakah aku kurang tau, dan sepertinya lukanya cukup parah. Si kucing jelek memiliki bulu berwarna putih dengan corak-corak hitam.

Setiap anak kecil yang melihat kucing itu hanya ada satu reaksi yang akan di katakan "Kucing itu sangat JELEK sekali, ayo lemparkan batu". Aku hanya melihat dari atas kontrakan kucing itu berlari sambil terpincang di lempari kerikil oleh anak- anak kecil. Kalian tau, kucing tersebut rupanya sudah dikenali banyak warga disini dengan memanggilnya si JELEK. Anak-anak di larang mendekatinya, dan orang dewasa selalu melemparinya dengan batu. Apa yang dapat aku lakukan, aku disini hanya seorang perantauan baru yang belum mengenal semua warga di tempat ini, aku ingin bilang pada semua untuk tidak menyakiti kucing itu, namun aku hanya terdiam melihat kucing itu terus di sakiti warga sekitar. Yup dalam hati aku memang menangis, sambil kuhisap sebatang rokok di atas kontrakan, aku gelengkan kepala atas perbuatan semua warga disini pada si jelek.

Suatu malam, saat aku mau membeli makan ke warteg. Aku melihat si jelek sedang mencari makan di tong sampah, yaa mungkin itu memang sudah takdir kucing, tapi aku benar-benar tidak tega melihatnya. Lalu setelah aku sampai di warteg, aku coba pesan dua nasi bungkus, yang satu aku berniat untuk diberikan pada si jelek. Malam itu pada pukul sepuluh memang sudah agak sepi warga, lalu aku hampiri si jelek dan memberikannya makan, tak lupa aku usap-usap kepalanya, dan tanpa sadar rupanya air mataku menetes karena membayangkan bagaimana jika aku yang berada di posisi si jelek.

Pagi hari ketika aku berangkat kerja dan memakai sepatu di depan pintu kontrakan, aku lihat kebawah rupanya bapak muda yang berteriak "Pergi sana Kucing JELEK!" sambil menyiramkan air pada si jelek. Aneh disana si jelek tidak lari terpingkal, ntah tak bisa karena kakinya yang pincang atau apalah aku baru melihat kucing yang berani sama air, disana si jelek pergi dengan berjalan terpincang beralih kerumah lainnya, yang lain pun hanya membanting pintu melihat kedatangan si jelek. Yang saya harukan dari perjuangan si jelek adalah mungkin si jelek memang mau meminta makan sedikit saja, saat warga menyiramnya, dia akan tetap berdiri disana, basah kuyup, sampai warga menyerah dan memberi sedikit makanan sisa. Namun tak banyak yang seperti itu, kadang ada yang pukul si jelek dengan batan sapu, namun si jelek tetap berdiam. Sumpah aku gakuat menyaksikan ini, hatiku terasa sakit, aku ingin menangis.

Setiap kali si jelek bertemu anak-anak, dia akan berlari, mengeong, menyundulkan kepalanya pada tangan atau kaki seakan mengemis cinta dari mereka. Namun anak- anak tak ada yang suka. Mungkin karena kucing itu memang sangat jelek. Suatu hari pada hari minggu lalu. Aku lihat si jelek membawa satu ekor ikan tongkol, mungkinkah dia mencuri, aku takutkan hal itu karena pasti jika ketauan, pemilik ikan tersebut akan menyiksa si jelek lebih parah lagi. Lalu aku terus melihatnya, dia berlari-lari kecil menghampiri dua ekor anak anjing, mungkin si jelek bermaksud membagi kasih sayangnya, namun dua ekor anak anjing itu tidak merespon pemberian si jelek. Si jelek hanya tidur di samping para anak anjing tersebut, mungkin juga maksudnya adalah dia ingin tidur di tempat itu, dan memberikan satu ekor ikan tongkol sebagai bayarannya. Ya disana aku ingin sekali menangis meratapi perjuangan hidup kucing itu.

Tak lama waktu berselang, aku mendengar jeritan si jelek dan teriakan "pergi kau kucing bodoh, jangan dekati anjing-anjing ku". Lalu aku keluar dan melihat apa yang telah terjadi. Rupanya si jelek hanya berdiam di tempat tadi dia tidur sambil di pukuli batang sapu. Tak tinggal diam disana aku berteriak "Cukup Pak, kasian kucing itu!". Lalu si jelek di lempar sangat jauh sekali. Aku mencoba bergegas membantunya. Aku pun berlari dengan cepat menuju tempat si jelek terbaring. Tampak jelas kehidupan si jelek yang menyedihkan hampir berakhir. Si kucing jelek itu tergeletak di genangan air bekas hujan, kaki belakang dan tulang punggungnya memutar jelas keluar dari bentuk normalnya. Saat aku mengangkatnya, terdengar jelas si jelek mendesah dan terengah-engah, dan bisa merasakan dia tengah berjuang. "Aku pasti telah menyakitinya dengan sangat, aku biarkan dia di siksa warga tanpa aku membantunya" pikirku. Lalu aku merasakan tarikan yang ku kenal, sensasi hisapan di telingaku. Jelek, merasakan kesakitan yang teramat sangat, menderita dan sekarat, namun dia berusaha mengisap telingaku. Aku menariknya lebih dekat, dan dia menabrak telapak tanganku dengan kepalanya, lalu dia berbalik dan memandang dengan satu mata emasnya ke arahku, dan aku bisa mendengar suara dengkurannya dengan jelas. Bahkan dalam rasa sakit terbesar, si kucing jelek dengan bekas luka itu berjuang untuk memintasedikit saja kasih sayang, sedikit saja! Mungkin hanya sedetik belas kasihan dari makhluk hidup.

Pada saat itu aku pikir Jelek adalah makhluk yang paling indah yang pernah kulihat. Tak pernah sekali pun dia mencoba untuk menggigit atau mencakarku, atau bahkan mencoba melarikan diri dariku, atau meronta- ronta dengan cara apapun. Jelek hanya menatapku dan benar-benar percaya aku dapat menghilangkan rasa sakitnya. Namun Jelek meninggal dalam pelukanku sebelum aku sampai di kontrakan, lalu aku duduk dan menggendongnya untuk waktu yang lama. Aku sunguh-sungguh terisak disana, aku menangis, dan sangat-sangat pedih. Setelah itu, berpikir tentang bagaimana satu bekas luka, sedikit cacat bisa mengubah pendapatku tentang apa arti dari kemurnian semangat, untuk mencintai dengan penuh dan sungguh-sungguh.

Jelek mengajarkanku banyak hal, tentang memberi dan tentang kasih sayang. Dan itu lebih berarti dari pada ajaran seribu buku, kuliah, atau talk show special di TV, dan untuk itu saya akan selalu bersyukur. Jelek telah terluka di luar, tapi aku terluka di dalam, dan sudah waktunya bagiku untuk maju dan belajar untuk mencintai sungguh- sungguh dan mendalam.

Sudah waktunya untuk memberi kepada semua orang yang ku sayang. Banyak orang ingin menjadi kaya, lebih sukses, disukai, indah, cantik, tampan, tapi bagi saya, saya akan selalu berusaha menjadi seperti si Jelek. ranger

Yuk Kita MENGENAL BAHASA TUBUH KUCING

Diposting oleh GINANJAR pada 12:26, 02-Jun-16 • Komentar (11)
ThumbnailKenapa dengan si Miaww, Ya? si kucing mau apa siiiii????? kadang-kadang kita sering bingung dan gak ngerti si kucing mau apa… Ini adalah beberapa perilaku yang biasanya dilakukan si kucing. Kalo si kucing mengibas- ngibaskan ekornya kekiri dan kekanan, berarti si kucing itu sedang marah atau merasa tidak nyaman. Jika menggoyang ekornya ketika berdiri, artinya si kucing sedang gembira Jika doi menggoyangkan... [Baca selengkapnya]

5 Sifat Alami Binatang Yang Wajib Kita Tiru

Diposting oleh GINANJAR pada 18:26, 12-Mei-16 • Komentar (8)
ThumbnailBerikut ini Rangkuman Sifat Alami Binatang yang Positif buat manusia Manusia dan hewan sama - sama mahluk ciptaan tuhan. Jika dilihat dari derajatnya, pasti manusia lebih tinggi daripada hewan. Sebab Tuhan memberikan anugrah luar biasa kepada manusia, yakni berupa akal pikiran. Hal yang tak dimiliki hewan karena mereka berpikir dengan menggunakan naluri atau insting. Meski tak dianugerahi akal pikiran, tetapi binatang... [Baca selengkapnya]

MotoGP: Istilah Team SATELIT dan Team PABRIKAN

Diposting oleh GINANJAR pada 11:01, 11-Mei-16 • Komentar (3)
ThumbnailBradley Smith, Macr Marquez dan Scott Redding Lagi enak enak main game MotoGP eh teman saya datang dan bertanya,kebetulan saya memakai Scott Redding team MARC VDS HONDA dan doi langsung bertanya kok gak Repsol? Saya jawab Repsol Honda itu team pabrikan dan yang saya pake ini team satelite, bingung lagi dia, apa itu team satelite? Memang merek motornya sama yaitu Honda... [Baca selengkapnya]